Bukan
Berita.
![]() |
| Foto bersama Keluarga Besar HmI Komisariat Tarbiyah |
Minggu
(27/05/2018) Dilaksanakannya agenda buka bersama (bukber) Himpunan Mahasiswa
Islam (HmI) Komisariat Tarbiyah di Graha HmI Cabang Pontianak, dimulai pada
pukul 16:30 WIB. Dengan tema kegiatan “Mempererat Silahturahmi Keluarga Besar
HmI Komisariat Tarbiyah di Bulan yang Penuh Berkah”.
Dengan persiapan yang dilakukan yaitu selama seminggu. Adapun
tujuan pelaksanaan agenda bukber tersebut, agar silahturahmi antara anggota
kader, senior dan alumni senantiasa dapat terbangun, karena silahturahmi dapat
memperpanjang umur sebagaimana yang disampaikan oleh pengisi materi kanda
Syamsul Kurniawan, beliau menyampaikan kepada seluruh anggota HmI komisariat
Tarbiyah;
Bahwasannya di bulan Ramadhan ini adalah bulan literasi, sebagaimana yang dikutip dalam catatan beliau; jika Islam memang sangat mendukung berkembangnya budaya literasi. Diceritakan oleh Ibnu Sa’ad, bahwa Rasulullah Saw dan pengikutnya dalam perang badar menawan 60 orang dari kalangan musuh. Penduduk Mekkah adalah orang-orang yang pandai dalam hal baca dan tulis. Sementara penduduk Madinah tidak pandai baca dan tulis. Rasulullah Saw menetapkan bahwa barang siapa di antara para tawanan yang tidak mempunyai harta untuk menebus dirinya, diserahkanlah kepadanya 10 orang anak dari kalangan anak-anak Madinah agar dia mengajari mereka baca dan tulis, maka itu adalah ganti dari tebusan hartanya.
Jika kita menyetujui bahwa bulan Ramadhan juga adalah bulan literasi. Maka menjadi bermanfaat di bulan ini, umat Islam berlomba-lomba menghidupkan budaya literasi. Terutama dalam membaca, menghafal dan mengkaji al-Quran. Hal ini menjadi urgen, apalagi jika mencermati hasil riset yang dilakukan Institut Ilmu al-Quran tahun 2013, bahwa 65% umat Islam hanya bisa membaca al-Quran saja, dan hanya 20% yang dapat membaca al-Quran dengan baik. Hal tersebut menjadi sebuah kenyataan yang ironis di kalangan umat Islam, terutama di Indonesia. (baca selengkapnya dalam:https://www.bungsyamsul.net/2018/05/bulan-literasi.html)
Dengan begitu kita sebagai kaum
intelektual, manusia di zaman milenia sudah seharusnya peduli akan budaya literasi,
karena tidak ada cara lain selain menulis, yang mana dapat menjadikan kenangan
berarti untuk generasi mendatang agar dapat lebih bijaksana menanggapi
perkembangan zaman.
Sehingga dalam penutupan agenda di
lanjutkan dengan sesi ramah tamah antara alumni, senior dan anggota kader HmI
Komisariat Tarbiyah, sambil menunggu Adzan Maghrib dikumandangkan. Dengan
berakhirnya agenda tersebut namun perkenalan masih tetap berlanjut pada agenda
HmI selanjutnya, karena anggota Himpunan mahasiswa Islam tidak pernah kehabisan
ide dan tidak pernah bosan untuk membentuk kepanitiaan baru dengan membuat
agenda tentang keilmuan yang pastinya berguna saat mahasiswa telah memasuki
dunia masyarakat, yang mana penuh dengan persoalan tidak seperti dalam dunia
kampus, yang sudah kita rasa sulit, padahal itu belum ada apa-apanya.
Perjuangan
kita belum selesai, masih banyak yang belum kau kenali, teruslah menulis hingga
tanganmu kaku, lalu tertidurlah. Namun catatanmu akan terus terbuka bagi siapa
saja yang mau membacanya.
Yakusa
